Pages

Surat Untuk Nabi Muhammad



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Hai Nabi, maafkan atas ketidaksopananku ini.
Tidak ada satupun orang di dunia ini yang mengenal Allah Tuhan kita selain dirimu.
Wahai Nabi, seperti apakah Tuhan kita?
Mengapa setiap ku tanya pada para ulama dan teman – teman mereka selalu mengatakan hal yang sama? Bahwa Allah pemilik surga & neraka, bahwa Dia akan menghukum kita bila tidak patuh pada-Nya.
Ya Nabi, apakah sosok Tuhan itu menyeramkan? Apakah Dia sosok yang kejam? Apakah Dia seorang diktator yang sangar?

Ya Nabi, saat ada orang yang menggambarkan bahwa Tuhan kita adalah sosok yang kejam aku tak mau percaya, karena begitu aku memikirkanmu yang ada di kepalaku hanyalah sosok Yang Maha Pengasih.
Karena bagaimana bisa dirimu yang begitu mulia menjadi seorang kekasih dari sosok yang kejam? Bagaimana bisa dirimu yang begitu bijaksana ber-Tuhan pada sosok seorang diktator?
Aku tahu pasti bahwa Tuhan kita jauh lebih pengasih dan mulia dari dirimu. Aku yakin Tuhan kita begitu indah & penuh kasih sayang.
Bahkan aku tak mau jika harapanku & keyakinanku tentang sosok-Nya dihancurkan oleh perbuatan orang – orang di luar sana.
Biarlah di saat orang lain menganggap Tuhan kita sebagai sosok yang kejam aku akan tetap mengingat-Nya sebagai sosok yang penuh keindahan & kelembutan.

Ya Nabi, jika ada orang yang menghinamu apa yang akan kau lakukan?
Apakah kau akan mengangkat pedang ataukah atau malah tersenyum memaafkan?
Ya Nabi, aku sedih melihat & mendengar dirimu dihina dan dilecehkan.
Aku marah dan rasanya aku ingin berteriak menyuarakan ketidakbenaran ini.
Tapi setiap aku mengingat bahwa kau setiap hari menyuapi seorang pengemis buta yang menghinamu hatiku luluh.
Karena aku yakin jika kau masih hidup saat ini & mendapati dirimu dihina kau hanya akan tersenyum penuh kasih & menyarankan kita semua untuk sabar & saling memaafkan.
Aku percaya kau begitu mulia dan bijaksana.

Ya Nabi bisakah kau sampaikan pada Allah Tuhan kita bahwa aku akan selalu mengingat-Nya dan melihat-Nya sebagai Tuhan yang baik dan bukan sebagai Tuhan yang senang menghukum.
Ya Nabi aku terlalu naif ya? Apa aku terlihat sebagai anak kecil yang berharap semuanya bisa baik dan penuh harapan?
Tapi jika itu satu – satunya jalan untuk dapat memandang Tuhan kita sebagai sosok yang baik aku selalu bersedia untuk tetap menjadi seorang anak kecil.

Ya Nabi semoga sifat muliamu dapat diingat oleh orang – orang di luar sana.
Semoga sebelum kita hendak bertindak, kita dapat mengingat bagaimana dirimu akan bertindak jika menghadapi hal yang sama.
Ya Nabi, semoga umat mu ini dapat menjadi umat yang dapat kau banggakan.
Amiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar