Pages

Aku dan Sepak Bola : Bersinarnya Duo Winger Indonesia (U-19 VS Pusam Samarinda)





Kemarin malam Evan Dimas dkk baru saja menyelesaikan laga ke dua belas mereka dalam lanjutan tur Nusantara. Kali ini yang menjadi lawan mereka adalah Pusam Samarinda. Kemarin dari layar kaca aku bisa melihat suasana stadion yang ramai seperti sebelum-sebelumnya. Suasana stadion Pusam seperti suasana stadion GBK. Stadionnya bagus, cukup besar untuk menampung penontong yang membludak. Rumputnya juga terawat dan tentunya tidak ada lubang di sana-sini. Yah, setidaknya kemarin saya bisa berharap lebih jika kejadian mati lampu seperti hari Senin lalu tidak terulang.

Materi pemain yang diturunkan Om Indra sama seperti saat melawan Persiba kemarin. Mungkin karena Om Indra masih penasaran sama permainan anak-anak yang diturunkan Senin lalu, karena gara-gara lampu stadion padam pertandingan jadi dihentikan. Akibatnya kemampuan pemain-pemain yang diturunkan kemarin belum terlihat jelas. Tapi sekali lagi Putu Gede tidak dimainkan, bahkan menjadi pemain cadangan pun tidak. Kenapa Om, kenapa??? Ah, walaupun masih penasaran tetap saja saya harus percaya bahwa di balik semua ini ada strategi demi membangun kekuatan terbaik tim merah putih. Azeegg...

Priit!!! Kick off babak pertama di mulai! Berbeda dari biasa-biasanya, kali ini timnas langsung menyerang. Duo winger Maldini dan Ilham Udin tanpa buang waktu langsung menunjukkan skill mereka. Masuk menit ke tiga, sebuah umpan dari kaki Maldini terarah ke Ilham Udin, sayang si Ilham belum bisa memaksimalkan peluang tersebut. Tapi timnas belum menyerah, mereka terus menggempur pertahanan Pusam. Dan duo Maldini-Ilham Udin terus berupaya menjebol gawang lawan mereka. Terlihat sekali di pertandingan ini peran mereka begitu besar. Ditambah dengan Muchlis sebagai starter, barisan belakang Pusam tampak kocar-kacir.

Lini tengah timnas tak mau kalah. Hargianto (yang begitu macho) bermain begitu apik, ia mampu mengatur pola serangan serta menyuplai bola-bola untuk diberikan kepada Maldini maupun Ilham Udin. Passing serta umpan-umpan yang diberikan akurat. Sepertinya kemampuan Hargianto terus meningkat, hidup Hagi! Akhirnya di menit ke enam belas, berawal dari umpan terobosan sang kapten kesebelasan (siapa lagi kalau bukan Evan Dimas), Ilham Udin sukses melesakkan si kulit bundar memanfaatkan celah sempit di sisi kiri gawang! Goog job Ilham! 1-0 untuk timnas!

Gol yang dibuat Ilham kali ini benar-benar brilian, ia mampu mengecoh pertahanan lawan sehingga mampu menyarangkan gol ke gawang. Awalnya saya pun mengira bahwa ia akan menembakkan bola ke sisi kanan gawang yang lebar (karena sisi kiri sudah dijaga ketat oleh kiper maupun bek Pusam), tapi tanpa disangka ia langsung saja melakukan shooting dan bola pun masuk melewati celah sempit di antara kiper dan tiang gawang! Astaga... Hebat bener dah ni orang!

Permainan terus berlangsung seru, bahkan terbilang cukup keras. Maldini dan Ilham dikawal ketat, bahkan Maldini sempat dilanggar keras oleh salah satu pemain Pusam. Dalam tiga puluh menit babak pertama sudah dua kartu kuning yang diterima pemain Pusam. Bahkan kondisi sempat memanas dan timnas hampir terpancing emosinya ketika Hargianto dilanggar dengan keras. Sekali lagi, suatu kondisi yang tak seharusnya terjadi mengingat ini hanya pertandingan uji coba. Tapi untung saja kondisi ini tak berpengaruh pada konsentrasi para pemain. Mereka tak menurunkan tempo serangan, bahkan mereka terus berupaya melesakkan gol kembali. Akhirnya berawal dari sebuah umpan dari Maldini di pinggir lapangan, Hargianto dengan cerdasnya memberi umpan lambung ke arah gawang dan tepat saat itu Evan Dimas (lagi-lagi dia) yang berada di depan gawang tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan tenang ia melakukan shoot! Dua kosong untuk timnas!

Gol kedua ini benar-benar elegan. Maldini, Hargianto dan Evan bekerja sama dengan sangat baik, tidak terburu-buru dan cekatan. Mereka memperlihatkan hasil pengalaman dan latihan mereka. Gol kedua ini sungguh cerdas! Dan meskipun orang-orang akan mengelu-elukan Evan (memang karena dia bagus) tapi saya mengacungi empat jempol saya untuk Hargianto. Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Persewangi, Persiba dan Pusam kemarin terlihat kemampuannya yang makin meningkat. Tembakan jarak jauhnya makin tajam. Keakuratannya dalam memberi umpan bertambah tajam, suplai-suplai bola yang ia berikan pun tepat sasaran. Aaahhh... Makin lama makin ngefans ni ama Hargianto, hehe

Hingga penghujung babak pertama pun skor masih dua kosong untuk keunggulan tim merah putih. Jeda iklan deh, lalu saya menonton ILK sebagai selingan, tapi berhubung Cak Lontong menyampaikan data-data yang sangat penting akhirnya saya terlambat menonton lanjutan pertandingan. Hahaha...

Yang jelas, ketika saya menonton wajah Ilham Udin dan Maldini Pali sudah tidak ada. Rupa-rupanya mereka berdua sudah diganti. Begitu pun dengan Muchlis Hadi. Sepertinya Om Indra ingin merotasi pemain dan memberikan yang lain kesempatan untuk bermain. Babak kedua ini serangan masih terus dilancarkan oleh timnas U-19. Tapi Pusam yang juga mengganti amunisnya dengan yang lebih segar terlihat makin sering memberikan perlawanan. Dan kiper timnas yang sepanjang babak awal tidak mendapatkan serangan yang berarti -bahkan si Ravi mungkin bisa minum es teh melihat yang lain bermain- mulai mendapat cobaan. Dan kesialan atau lebih halusnya ujian harus dirasakan oleh kiper pengganti Awan Setho. Baru saja ia menggantikan Ravi, timnas mendapat serangan yang sangat mengancam. Untung saja kiper yang saya rasa refleksnya lebih bagus dibanding Ravi ini bisa mementahkan dua serangan yang dilancarkan bertubi-tubi. Ah, Setho emang keren eui...

Dan sepanjang babak kedua ini, para personil pengganti (kok jadi kayak boyband ya,ehehe) masih terus mencoba menjebol gawang Pusam. Tapi mungkin karena mereka masih kurang chemistry, masih kurang panas atau kurang koordinasi jadilah berkali-berkali serangan yang dilancarkan masih gagal. Kemudian pertandingan juga diwarnai oleh terjatuhnya beberapa pemain timnas tanpa ditackle pemain lawan. Ya, mereka sering kali jatuh bukan karena lawan tapi karena rumput stadion yang licin. Ahahahaha... Ada pula insiden Mahdi Fahri yang dua kali dilanggar dengan keras, bersyukur ia tidak kenapa-kenapa. Lalu yang sepertinya agak menyakitkan ketika Hargianto jatuh dan kepalanya membentur tanah. Aduuh... Liatnya jadi gimana gitu, seandainya saya punya nomor telepon Hagi rasanya pengen sekali sesudah pertandingan nelpon dia dan nanya, “Kamu ga’ apa-apa kan Gi? Sakit ya kepalanya?” dan kemungkinan besar dia akan menjawab, “Yaiyalah sakit, bego!”. Hehe...

Dan begitulah akhirnya pertandingan pun usai dengan kemenangan timnas. Untuk kesekian kalinya timnas menang. Dan hingga saat ini tak ada satu pun tim dalam tur uji coba ini yang berhasil mengalahkan timnas. Well, kita tunggu saja apakah di pertandingan selanjutnya akan ada kejutan yang tercipta. Tapi kemarin komentator sempat mengatakan hal yang ternyata sama dengan pemikiran saya selama ini, “Ini memang hasil yang bagus. Sampai saat ini timnas belum pernah kalah, tapi sebenarnya kalah di uji coba lebih baik daripada kalah di pertandingan sebenarnya.” Yah benar sekali. Jujur saja, kadang saya berharap bahwa dalam laga tur ini timnas pernah kalah setidaknya satu kali. Karena dari kekalahan kita belajar untuk menjadi lebih kuat. Kekalahan yang membuat kita terpacu untuk bangkit. Seperti yang pernah terjadi di laga AFF yang mereka jalani tahun lalu, mereka kalah oleh Vietnam di fase grup tapi kemudian menang adu penalti di partai final. Kekalahan membuat mereka banyak belajar sehingga mereka bisa membalikkan keadaan dan akhirnya menjadi juara. Hal yang sama tapi berbeda hasil pernah terjadi oleh timnas senior di laga AFF tahun 2010 lalu. Mereka tak sekali pun kalah di fase grup hingga semifinal, tapi akhirnya kalah di partai final oleh Malaysia yang sempat mereka kalahkan di fase grup dulu. Mereka kalah hanya sekali tapi yang jadi juara bukanlah mereka. Kemenangan bukan segalanya. Yang kita kejar bukanlah sekedar menang tapi proses pembelajaran. Yang kita inginkan bukan menang tapi jadi juara! Terus berjuang garuda muda Indonesia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar