Pages

Untuk Naufal dan Noura : Abdullah Bin Saba, Aktor Utama di Belakang Syiah





Mungkin ada yang bertanya, siapakah yang pertama kali mencetuskan aliran sesat bernama Syiah? Sebelum membahas soal dalang aliran sesat tersebut, perlu diketahui Syiah adalah aliran sesat yang pertama kali muncul di dunia yang mengatasnamakan Islam. Sehingga banyak yang menganggap Syiah adalah salah satu bagian dari Islam, seperti NU atau Muhammadiyah. Tapi nyatanya tidaklah demikian. Jika NU dan Muhammadiyah masihlah menganggap Nabi Muhammad sebagai rasul mereka dan Al-Quran sebagai kitab suci mereka, lainnya halnya dengan Syiah. Mereka mengganggap bahwa wahyu yang diturunkan dari Allah melalui Malaikat Jibril salah alamat. Mereka meyakini yang harusnya menjadi rasul adalah Ali bin Abi Thalib yang tak lain tak bukan adalah sahabat Nabi. Mereka juga mengubah ayat-ayat Al-Quran seenak jidat mereka bahkan menambahkannya hingga mencapai ketebalan tiga kali dari Al-Quran biasa. Ckckck...

Karenanya sekali lagi saya tegaskan bahwa Syiah bukanlah bagian dari Islam. Syiah adalah agama tersendiri yang memiliki nabi dan kitabnya sendiri. Kembali lagi ke topik tentang siapa dalang di balik munculnya Syiah (dikutip dari buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam karya Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi). Tokoh yang mencetuskan ide gila tersebut muncul pada zaman Khalifah Utsman bin Affan. Ia adalah seorang tokoh Yahudi dari Yaman yang bernama Abdullah bin Saba. Meski mengaku muslim ia senang sekali menyebar fitnah yang menjelek-jelekkan para pemimpin muslim. Sejak masa kekhalifahan Utsman bin Affan, orang gila ini selalu berupaya untuk menurunkan para gubernur dan pemimmpin muslim lainnya. Akibatnya ia dan pengikutnya (Sabaiyah) diusir dari kota Madinah dan dilarang memasuki kota tersebut.

Namun dasar orang ngeyel, dihukum ga’ mau sadar malah tambah parah kelakuannya. Ia malah keliling-keliling wilayah Syam, Mesir dan Irak. Tujuannya lagi-lagi sama, apalagi kalau bukan menyebar fitnah dan membujuk orang-orang untuk melakukan pemberontakan. Di Mesir dan Irak ia juga menyebarkan fitnah dengan mengembangkan ajaran ar-Raj’ah (reinkarnasi). Dalil reinkarnasi yang ia gunakan adalah dengan mengatakan bahwa jika Isa al-Masih saja akan datang kembali mengapa Nabi Muhammad tidak bisa? Ia juga memprovokasi masyarakat Mesir untuk melakukan perlawanan kepada khalifah Utsman bin Affan sekaligus berusaha membunuhnya. Dan setelah usahanya untuk membunuh Utsman bin Affan terlaksana ia menjadi orang pertama yang menyatakan ba’iat kepada pengganti Utsman yaitu Ali bin Abi Thalib. Ia membawa dongeng dari Yusa’ bin Nun yang memperoleh wasiat dari Nabi Musa untuk melegitimasi kekhilafahan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya Ali juga memperoleh wasiat dari Nabi Muhammad untuk menggantikan beliau. Ia juga melancarkan kecaman terhadap sahabat-sahabat nabi yang lain seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan beberapa sahabat yang loyal kepada mereka. Ia mengaku melakukannya karena mendapat perintah dari Ali bin Abi Thalib.

Karena ulahnya ini, ia dipanggil menghadap Ali. Ali pun menjatuhkan sanksi berupa hukuman mati atas Ibnu Saba’. Namun hadirin di sana malah memprotes mengapa Ali hendak menghukum orang yang mencintainya dan ahlul bait? Gara-gara dapet protes itu Ali bin Abi Thalib ga’ jadi ngebunuh Ibnu Saba’ dan akhirnya membuangnya ke Madain (ibu kota Iran saat itu). Nah, ini deh yang namanya protes membawa petaka. Coba aja mereka ga’ pada protes pasti Syiah ga’ pernah ada di muka bumi. Ini memberi pelajaran pada kita, ketika pemimpin kita adalah seorang yang lebih berpengetahuan dan berilmu dari kita, maka cobalah menghargai setiap keputusannya selama tidak bertentangan dengan syariat. Karena di balik setiap keputusannya, pasti ada manfaat dan hikmah untuk kepentingan kita dan umat.

Dan di Madain, Ibnu Saba’ kembali menyebar berita bohong soal kematian Ali bin Abi Thalib. Ketika orang-orang pada berduka karena berita bohong itu Ibnu Saba’ malah menolak wafatnya Khalifah Ali. Ia mengatakan meskipun ada 70 orang saksi yang mengatakan dia terbunuh, dia sendiri yang akan mengatakan bahwa Ali tidak mati sebelum ia menguasai seluruh permukaan bumi. Dari sanalah Ibnu Saba’ menjadi orang yang pertama kali mempertuhankan Ali bin Abi Thalib. Ia menyebar fitnah bahwa tidak mungkin Ali terbunuh karena di dalam diri Ali ada unsur ketuhanan. Khayalannya menjadi semakin tinggi, saking kreatifnya ia juga mengatakan Ali sering menjelma dalam bentuk awan. Guruh adalah suaranya, petir adalah cemetinya. Ini yang namanya kreatif berlebihan dan membawa dosa..

Sejak itu Ibnu Saba’ terus meracuni pikiran orang-orang dengan khayalan tingginya. Dan orang-orang yang termakan khayalannya itu bersatu membentuk suatu grup sesat bernama Syiah.

Begitulah kira-kira Syiah terbentuk. Jadi bisa dikatakan ajaran ini terbentuk akibat khayalan yang berlebihan dan fitnah-fitnah kreatif dari seorang Ibnu Saba’. Untuk Naufal dan Noura, jika kalian sudah dewasa hati-hati dengan grup ini. Jangan dekat-dekat apalagi berkawan dengan pengikutnya. JANGAN! Sepak terjang Syiah selanjutnya akan dibahas dalam artikel lain. Insya Allah...

Semoga Allah melindungi semua kaum muslimin dari bahaya kelompok ini. Amiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar